
Foto bersama pengukuhan Bidan Delima
IBI Cab Kota Depok Angkatan ke V, Drg.Hardiono SP.BM selaku Kepala Dinas
Kota Depok(empat dari kiri), ketua TP PKK kota, Ketua IBI Pusat, Ketua IBI
Jabar, Ketua IBI Cabang Kota Depok,
Majlis Pimpinan Organisasi IBI dan Majlis Pimpinan Kode etik Bidan Kota
Depok.
Bidan delima (BIDEL) adalah bidan yang berkualitas dan profesional
dalam menjalankan praktik sesuai dengan standar pelayanan kebidanan dan
kesehatan reproduksi. Proses yang dilalui oleh calon Bidan delima sampai dapat
dikukuhkan menjadi Bidan Delima ada 5 tahapan
yaitu; pra Kualifikasi,mengisi kajian mandiri, mentoring, validasi, dan
terakhir pengukuhan dalam kurun waktu ±10 bulan. Dari
56 orang calon Bidan delima(CABIDEL) mengikuti 5 tahapan tersebut hanya 46
orang cabidel yang dapat di kukuhkan menjadi Bidan Delima. Hal ini di sebabkan
oleh karena beberapa persyaratan yang belum dapat terpenuhi sesuai dengan
standar pelayanan Bidan Delima yang sudah di tetapkan diantaranya
kelengkapan sarana dan prasarana
praktik, SIPB habis masa berlaku dan kelengkapan lainnya. Tercatat jumlah Bidan
Delima di Kota Depok 188 orang dari 340 BPS(Bidan Praktik swasta)
atau 56% yang keberadaannya tersebar di seluruh
wilayah Kota Depok.Persentase Bidan Delima di kota Depok melebihi angka
Nasional hanya mencapai 30%. Menjadi seorang Bidan delima dalam melaksanakan
praktik sehari-hari selalu berupaya meningkatkan pengetahuan, keterampilan,
melalui pelatihan-pelatihan dan seminar, mendapat bimbingan dari fasilitator BIDEL,organisasi
profesi IBI dari tingkat Pusat, daerah dan cabang Kota Depok sehingga para
BIDEL dapat memperoleh update ilmu sesuai dengan perkembangan ilmu kebidanan
terkini serta konsisten pada standar pelayanan berkualitas.
Sebagaimana
sambutan kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Drg. Hardiono, SP.BM, dalam acara
pengukuhan CABIDEL bahwa Bidan merupakan salah satu profesi kesehatan yang
sangat dekat dengan pemerintah dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta penanggulangan masalah gizi
balita dan ibu hamil. Seorang Bidan bukan
saja harus memiliki kemampuan dalam mengidentifikasi suatu keadaan pada pasiennya
namun perlu memilki kemampuan dan ketajaman dalam perencanaan, serta
menilai asuhan yang diberikan, sehingga
mampu memberikan kenyamanan dan keamanan dalam memberikan asuhan serta amapu
mengantarkan keselamatan dan kesejahteraanbaik ibu maupun anak.
Beliau juga
mengatakan sangat senang dan bersyukur dengan adanya pengukuhan Bidan DELIMA
ini karena dengan dikukuhkannya Bidan yang ada menjadi Bidan DELIMA bukan
sekedar acara seremonial tapi wujud dan keseriusan Bidan dalam melaksanakan
tugas dan pengabdiannya kepada masyarakat yang tidak mengenal pamrih dalam
melayani seluruh ibu di mayapada karena Bidan DELIMA bukan sekedar SLOGAN.
Berdasarkan misi Bidan DELIMA adalah Bidan Praktik perorangan yang mampu memberikan pelayanan berkualitas
terbaik dalam bidang kesehatan reproduksi, keluarga berencana, bersahabat dan
peduli terhadap kepentingan pelanggan serta memenuhi bahkan melebihi
harapan pelanggan. Harapannya adalah”Bidan Delima adalah sosok yang
memiliki identitas profesional sebagai Bidan”.
Penulis
Bd Hj.
Elimarnis,SsiT,MMkes
Tidak ada komentar:
Posting Komentar